Levitating

Diary Entry forLevitating

juan's profile
juan
Thursday, 23 April 2026

The wildest, most imaginative, and most experimental local film I’ve seen in a while. It’s not something you “understand,” but something you feel, pulling you into its own logic until I stopped trying to figure it out and just went with it, with Wregas’s direction keeping it cohesive even at its most unhinged. Visually bold and dreamlike, with editing that plays by its own rules, it’s rough around the edges in a way that gives it life. A few scenes genuinely made me pause, and the score quietly builds that strange atmosphere. Weird, daring, and a little unhinged, it sticks with you.

Other Diary Entries forLevitating

vinguson's profile
vinguson

Levitating

Anjir lah bagus banget nih film woy, gue selalu merinding pas mereka lagi kerasukan, apalagi denger nyanyian menggelegarnya mbak Anggun, also acting the actors is top notch apalagi Maudy Ayunda, kerasukan aja masih cakep banget. Gue juga gak expect kalo ini film ada adegan berdarah-darahnya, itu bikin shock sih. Endingnya juga bikin merinding sih, gue pengen lagi ngerasain kerasukan roh hewan. If you ask me, this movie should be win or nominated for this year at many academy awards, cuz i'm sure international viewers would also love this movie! Yang terakhir kalian pengen kerasukan roh apa? Gue pengen banget kerasukan roh kebo mandi nya pawit, seger banget gile. Best Indonesia movie this year so far.

2d ago
ryu's profile
ryu

Levitating

aih bosen banget aku makan ayam mulu ayam mulu lagi-lagi ayam. aku juga mw kesambet roh semut biar rasa ayam ini bisa berubah menjadi wagyu grade a5 nyam nyam nyam aduh chicco di sini warloknya warlok banget jir PETISI BANYAKIN SCREENTIME PAWIT!!!!

5d ago
aldrina's profile
aldrina

Levitating

Unique. Stylized. Still Crowd-Pleasing Para Perasuk bercerita ttg tradisi sambetan (kesurupan masal terorganisir) yg ada di desa Latas, instead of being a kesurupan brutal, tapi di cerita ini para pelamun (yg dirasukin) malah akan merasa happy and relieved; quick escapism. Sanggar utama di cerita ini juga bukan yg money oriented bgt, alias mereka juga mau bantu warlok biar mata airnya ga digusur, alias iyes ada unsur pemerentah ngeselin. Enough for the plot in brief, w suka banget film ini. Filmnya dieksekusi dengan baik dan unik. 2 tokoh utama di sini juga dikasih background yg jelas dan porsi yg pas biar penonton bisa simpati, meskipun tokoh kayak Pawit dan Antono kurang dieksplor tapi mereka ga forgettable juga, dan tokoh Laskmi juga yg ga di-tease samsek gmn dia selesai dgn problemnya.. cause she seems okay with that padahal sepanjang film dikasih liat bahwa dia sering kabur bahkan "sakaw" ke kerasukan. Padahal tokoh bapaknya Bayu yg bukan peran utama aja tetep dapet porsi penyelesaian yg compact tapi ngena. Untuk plot, plotnya oke sih. Penonton tau ada plot mata air mau digusur, ada plot ttg obsesi Bayu mau jadi the next perasuk, ada juga plot spiritual journeynya si Bayu.. dan plot2 tsb bukan tempelan, emang dibahas sampe akhir Untuk scoring, jujur w nungguin scoring2 pas kerasukan wkwkkw seru coy, dan ofc apalagi nih efek dari rohnya beserta bakal gimana gerakan tubuh pelamun wkwkw. Terus film ini kayak surealis dan magical realism gt ya, ada bbrp scene yg keliatannya possible terjadi di dunia nyata, tapi kalo diliat2 kayaknya cuma visualisasi overthinking Bayu aja deh wkwkw. Anddd speaking of visualization, w suka bgt wkwkw absurd, kayak newbie lagi ngedit di powerpoint WKWKW. Tapi ada juga kok shot2 bagus kayak kaki Laskmi kecipak-kecipuk di getek, Bayu cosplay lintah dgn langit ungu, Bayu kepentok sepatu boots PM wanaria, OH DAN KANDANG AYAM WKWKWKW. OH DAN scene slowly but intense Bu Asri dengan gongnya, dan para orang sanggar yg tatapannya judging parah ke Bayu.. wahhh chef's kiss. The ending, especially inner monologuenya Bayu, w merasa..... terlalu nyuapin penonton (?), mengingat film ini banyak simbolisme, yaaa mungkin biar bisa menjangkau audiens yg lebih luas ya. All in all, it is a good movie that still worth watching for 2nd time, or even 3rd(?)

8d ago
reynata

Levitating

Wregas did it again jirt! Kehadirannya emang patut sekali dinantikan dah beneraannn. Para Perasuk ini fresh banget buat industri film indo, gak pernah ngalamin yang kayak begini sebelumnya. Jujurrr blio canggih bgt 😭🙏🏼 Gw suka banget di setiap film, termasuk Para Perasuk ini, kritik sospol yang Wregas coba utk address tu selalu kenceng. Gak cuma jadi tempelan doang biar filmnya jadi sok edgy dan sjw gtu, tapi emang jadi main issue yang dibahas disini. Kali ini Wregas mengkritik isu pengambilalihan tanah warga oleh perusahaan real estate, isu yang marak bgt terjadi di desa-desa kecil kayak Desa Latas ini. The way Wregas correlate budaya pesta sambetan dengan upaya untuk menumpas keanjingan penguasa disini tu kek keren gtu dah, amat terasa riset blio kenceng sih pas nulis naskahnya ya. Trus sebenernya banyak hal yg mau Wregas sampein disini dan kerennya doi bisa deliver semuanya dengan oke gtu lho canggih betul. Mulai dari konflik warga dgn perusahaan real estate ini, konflik si Bayu sama bapaknya, sampe trauma masa lalu si laksmi. Semuanya dituturkan dengan oke sekali. Sedikit kritik tuk filmnya palingan lebih ke teknis sih kayak ada beberapa dialog yang kedengeran dubbing gtu. Sebenernya sih oke-oke aja cuma kayak rada ganggu aja di kuping gw ekekek. Sama conti di bbrp scene kek kurang mulus gtu. Selebihnya aku suka sih ini 🐢🐯🐃🔥

8d ago

Sign in to track, rate and review films

Levitating

Sign in to track, rate and review films