Diary Entry forVengeance in the Dreary Night
Hard to be impressed when the movie’s biggest twist is “we’ve done this before.
Other Diary Entries forVengeance in the Dreary Night
Vengeance in the Dreary Night
Sebuah remake dari film ter plot twist berjudul "The Body". Saya sudah menonton The Body sebelumnya jadi saya tidak terlalu kaget ketika plot twist nya muncul, tidak ada perubahan apapun dari remake ini, dan saya masih menikmati plot twist nya, kekurangan dari film ini tuh cuman akting semuanya sangat baku dan kaku sehingga membuat saya sedikit kurang nyaman nontonnya dan juga penempatan lagu yang gak cocok, cuman pas plot twist aja baru cocok itu background musik nya. Jadi menurut saya ya film ini cukup berhasil me-remake film The Body. Semoga The Invisible Guest segera tayang, pasti lebih gong.
Vengeance in the Dreary Night
ampun komandan
Vengeance in the Dreary Night
Eh suka, kinda like the plot twist, cuma kurang di bagian storytelling-nya aja sih. Andai storytelling-nya lebih oke, ini bisa gong banget karena jarang-jarang indo rilis film beginian jir. Isu gender yang ada disini menarik sekali tuk di yapping-in. Gonna yap it soon wml. (Yapping mode on) Dendam Malam Kelam menyentil isu gender yg cukup mengganggu pikiran gw beberapa waktu yang lalu, khususnya mengenai suami yang kesannya harus selalu "dihormati" dan seolah-olah harus di treat as "raja" dan gamau terlihat "kalah" or "tidak lebih baik" dari istri. Film ini tu bener-bener nunjukin gimana perasaan laki-laki yang ada di situasi saat perempuan punya kuasa yang lebih banyak atas dirinya sendiri dan laki-laki tsb. Insecurities-nya langsung melonjak. Alasan pamungkas seperti; "Kan sebagai KEPALA KELUARGA, sudah seharusnya istri menghormati suami!" jadi tameng dalam masyarakat kita yang seolah-olah menjadikan laki-laki punya keistimewaan tersendiri yang membuat perempuan harus treat him different. SHUT THE FUCK UP! Kayaknya gak harus jadi laki-laki dulu deh untuk bisa di-treat sebegitu dihargai dan dihormatinya. Sudah jadi kewajiban manusia untuk bisa menghargai dan menghormati manusia lain tanpa bias pada satu gender tertentu. Don't get me wrong karena gw laki-laki juga dan sudah saatnya hal-hal nonsense spt ini dimusnahkan! Kemudian, di film ini kita bisa liat gimana risihnya Jefri ketika Sofia treat him not as a "king" like he expect she will, dan terlihat gimana tidak nyamannya Jefri dengan hal tersebut, biasalah gengsinya laki gede banget. I know, cara Sofia treat him juga terlalu merendahkan banget, gw tidak membenarkan hal tsb samsek. Seharusnya keduanya bisa respect each other aja gtu lho, basic ethic menjadi manusia pada umumnya lah. Terus terkait dengan perbedaan status dan latar belakang sosial antara Jefri dan Sofia yang beda banget juga sangat menggelitik buat gw, karena gw yakinnn bangettt di luar sana masih banyak suami-suami yang merasa "risih" saat istrinya berada di posisi yang lebih baik dari dia (udahlah gengsian, egois pula hufttt), misalnya level posisi kerja yang lebih tinggi atau nominal gaji yang lebih besar. Eh inget ya, hal-hal tsb tu ga akan menurunkan harkat dan martabat lu sebagai manusia kok. We don't define you (MEN) simply just by that shits, ya! Kenapa sihhh harus begitu, turunin ego dan gengsinya dikit lah. Support pasangan lu, appreciate dia. Kenapa sih sulit banget rasanya untuk bisa menerima hal tsb, hadehh. Sama film ini juga menyenggol mengenai femisida anjir. Bejat emang laki-laki kadang! Sekian deh yappingan kali ini, thx!
Sign in to track, rate and review films
Sign in to track, rate and review films
